SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN BAYTUL MUKARROMAH “MENDIDIK GENERASI QUR’ANI”

Baytul Mukarromah berarti Rumah yang Dimuliakan. Merupakan nama dari Baitullah (Ka’bah) di Masjidil Haram Makkah. Pendiri Yayasan Baytul Mukarromah Bpk. Anton Tofik, SH memiliki kedekatan secara personal dengan Imam & Khotib Masjidil Nabawi, Iman Besar Masjidil Nabawi di Madina maupun Imam Besar Masjidil Haram di Makkah.

Kedekatan ini sangat membekas dalam diri Anton Tofik sehingga mengabadikan nama Baytul Mukarromah sebagai nama Yayasan yang akan dijadikan wadah mewujudkan obsesinya dalam membumikan Al-Qur’an.

Berawal pada tahun 2011, Anton Tofik yang berprofesi sebagai Pengacara di Jakarta membangun sebuah masjid di kampung halamannya WelalangE,  Kab. Bone. Mesjid ini diberi nama Masjid Baytul Mukarromah atas petunjuk Imam, Khotib Masjidil Nabawi dan Iman Besar Masjidil Nabawi .

Dengan keberadaan Masjid tersebut, Anton Tofik bercita cita ingin menjadikan kawasan Masjid Baytul Mukarromah sebagai Pusat Studi Islam Indonesia (PSII) dengan mengelola Unit Pendidikan yang melakukan Studi terhadap Islam khususnya Al-Qur’an.

Pada tanggal 30 Oktober 2013 atas kerjasama dengan Yayasan Al-Arham dan Ketua MUI Kab. Bone Anregurutta KH. Abd. Latif Amin diluncurkan Gerakan Cinta Al-Qur’an oleh Wakil Menteri Agama RI Prof. DR. H. Nasaruddin Umar, MA., Bupati Bone DR. H. Andi Fahsar M. Padjalangi, M.Si dan Pendiri Masjid Baitul Mukarramah Anton Tofik, SH.

Peluncuran program Gerakan Cinta Al-Qur’an ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan seperti Tadarus Massal Pelajar di Kota Makassar pada 3 Mei 2014, Pencanangan Implementasi Program Tadarus & Tadabbur Al-Qur’an Bagi Sekolah & Madrasah se Kab. Bone pada tanggal 25 Juni 2014, Pembukaan secara Terpadu Pesantren Kilat di Bone tanggal 14 Juli 2014, dan Tabligh Akbar oleh Syekh Ali Jabeer di Makassar 17 Juli 2014.

Tanggal 30 November 2016 dihadapan Notaris Mena Bahra, SH, M.Kn. di Bone, Anton Tofik, SH mendirikan Yayasan Baytul Mukarromah dengan kegiatan utama bidang Pendidikan,  Keagamaan dan Sosial.

Niat untuk menjadikan Baytul Mukarromah sebagai Pusat Studi Islam dan Al-Qur’an dimulai dengan mendirikan unit pendidikan berupa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Ilmu Qur’an, Rumah Tahfidz dan Rumah Yatim serta Pusat Pengembangan Bahasa (Kursus).

Izin Operasional Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Baytul Mukarromah terbit sejak 22 Juni 2017.  Pada tanggal 16 Juli 2019 MTs Baytul Mukarromah telam mendapat Akreditasi B dari BAN Sekolah/Madrasah. Berikutnya tanggal 30 November 2019 bertepatan Milad 3 Yayasan, Madrasah Aliyah Baytul Mukarromah juga memperoleh Akreditasi B dari BAN Sekolah/Madrasah.

Tingginya minat generasi muslim untuk menjadi penghafal Al-Qur’an membuat Pendiri Yayasan Baytul Mukarromah meningkatkan status pengelolaan Rumah Tahfidz menjadi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Baytul Mukarromah.

Piagam Izin Operasional Pondok Pesantren diterbitkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone tertanggal 29 Mei 2020 berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam No. 2941.

Penyerahan Piagam Izin Operasional 22 Juli 2020 dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Bone DR. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum yang disaksikan Wakil Bupati Bone Drs. H. Ambo Dalle, M. Pd di Masjid Baytul Mukarromah.

Untuk menyediakan tempat pembibitan Qori dan Qori’ah yang berprestasi maka Yayasan Baytul Mukarromah mendirikan Rumah Tilawatil Qur’an pada tanggal 21 Agustus 2020 tempat para santri maupun pelajar muslim di Kab. Bone belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam Tilawah (Baca Indah) Al-Qur’an.

Perhatian Yayasan Baytul Mukarromah dalam meningkatkan kesejahteraan para guru, Pembina, staf, santri, siswa dan keluarga besar Yayasan Baytul Mukarromah ditunjukkan dengan didirikannya Koperasi Pondok Pesantren (KOPPONTREN) Baytul Mukarromah Mabbarakka yang mengelola unit waserda Malikamart.

Setelah 4 tahun, Yayasan Baytul Mukarromah telah membina dan mengembangkan beberapa unit kegiatan seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) , Madrasah Aliyah (MA), Rumah Tahfidz & Rumah Yatim, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (PPTQ), Rumah Tilawatil Qur’an, Koperasi Pondok Pesantren dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baytul Mukarromah.

Unit unit kegiatan ini telah membina 229 orang siswa madrasah dan 74 santri serta telah menghasilkan 21 orang Alumni yang dibina oleh 42 orang Guru dan Pembina.

Sebanyak 35 Guru/Pembina berpendidikan S1, 4 orang berpendidikan S2 dan 3 orang  yang berpendidikan S3 (Doktor) yang merupakan lulusan dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, PTIQ Jakarta, Universitas Islam Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, STAIN Alauddin Watampone dan beberapa PTS terkemuka baik di Makassar maupun di Watampone.

Disamping menghafal Al-Qur’an, para santri dan siswa madrasah juga mengikuti program Tahsin bacaan dan Kajian Kitab Kuning dari para Pembina Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an yang berasal dari lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Pesantren Gontor, Pesantren As’adiyah, Pesantren Tahfidz al-Qur’an Tuju Tuju Kajuara dan Pesantren Ma’had Hadis al Junaidiyah Watampone.

Saat ini, Hafalan santri Pondok Pesantren minimal 2 Juz dan sudah ada yang mencapai hafalan17 juz sedangkan hafalan siswa Madrasah yang mengambil program Tahfidz telah mencapai 7 juz.